dhimust

Ujian cna di tengah dinginnya malam

huh…… melehlahkan…. batin dan jiwa….. sial?? ya kata sial memang pantas untuku ,.,.,..

malam minggu yg seharusnya menyenangkan …eh mala terbalik, kami tiba tiba di jadwalkan ujian final exam ccna uhhh….. kebetulan atau disengaja..aq dapaet giliran yg ketiga, tepatnya sesion ke 3 ,, y

Iklan

Tinggalkan komentar

Lafal Allah pada Sebuah Telur

Lafal Allah pada Sebuah Telur

Lafal Allah pada Sebuah Telur

Sebuah telur ayam milik Hesti,

warga Tanjungwangi, Tanah Merah, Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat lafal Allah. Hesti tidak akan menjual telurnya itu.

Hesti (18 th) memegang telur berhias lafal Allah, Senin (14/5). Telur seharga Rp 700 itu diperolehnya dari warung tetangganya.

Telur dengan lafal Allah. Semula Hesti akan merebus atau menggoreng telur itu. Namun, karena ada lafal Allah, Hesti pun menyimpan telur itu di almari pakaian.

1 Komentar

Ayam dan Telur

Ayam dan Telur

Menarik postingan dari Norman disini. Ilmu pengetahuan dan agama ? Menarik. Menarik.

Komentar aah…. 🙂

Begini sodara-sodara, ilmu pengetahuan itu seperti belokan, seperti huruf-U. Sedangkan ilmu Tuhan itu tidak demikian. Gw gak setuju AYAM tercipta lebih dahulu dari telur. Surprise ! Let me explain.

Jika melihat dari faktor ketuhanan, maka ada yang namanya faktor ‘penciptaan’. Dan konsepnya jelas … SEKEJAP. Ayam adalah obyek yang UTUH dan sempurna untuk melakukan apa yang telah digariskan-Nya. Jadi, dilihat dari konsep ketuhanan, adalah (mungkin) BENAR ayam tercipta terlebih dahulu dari telur. Ingat, ini faktor ‘penciptaan’, dan bukan faktor ‘proses’.  But, ini adalah premis awal. Apakah ini benar ? Kita lanjutkan analisis berikutnya. Saya akan menggunakan pendekatan Quran.

Pemahaman kita tentang apa yang disebut dengan “sebab” dan “akibat” perlu disamakan terlebih dahulu. Begini, dalam penciptaan sesuatu, ada tiga hal yang saling berkaitan erat dan tak dapat dipisahkan: [1] subyek penciptaan [2] perbuatan mencipta [3] obyek penciptaan (yang terbagi lagi menjadi dua: obyek-sebelum-penciptaan dan obyek-setelah-penciptaan). Ada kondisi ketakberhinggaan yang tidak mustahil. Ketakberhinggaan yang tidak mustahil itu adalah ketakberhinggaan pada perbuatan mencipta dan pada obyek penciptaan. Kita bisa mengatakan: sebelum Tuhan menciptakan obyek 1, Ia menciptakan obyek 0. Dan sebelum Ia menciptakan obyek 0, Ia menciptakan obyek -1. Dan seterusnya hingga tak berhingga di masa lalu. Atau dengan ungkapan lain: Tuhan menciptakan obyek 1 dari bahan obyek 0. Dan Ia menciptakan obyek 0 dari bahan obyek -1. Dan seterusnya. Di sini, saya menyebut -1 sebagai “sebab materil” untuk obyek 0. Dan 0 sebagai “sebab materil” untuk obyek 1. Dengan demikian, obyek 1 tidak akan ada kalau tidak ada obyek 0. Obyek 0 tidak akan ada kalau tidak ada obyek -1. Demikian seterusnya. Setujukah dengan analisis saya ?

Banyak kitab-kitab suci di dunia mengatakan faktor ‘penciptaan sekejap’ tanpa melibatkan adanya pengetahuan ‘proses’ di dalamnya. Tapi, menarik sekali apa yang Quran katakan :

…Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Qur’an surat Maryam ayat 35)

Ayat tersebut berbicara mengenai konsep penciptaan sekejap, langsung terjadi. Sama seperti kitab suci lainnya. Mungkin Anda bertanya, dimana bedanya ? Dimana sisi ‘proses’-nya ? Karena ayat itu masih global, maka kita perlu mengambil ayat yang mengacu pada konsep penciptaan. Ada banyak ayat dalam Quran yang mengacu pada konsep penciptaan, saya ambil salah satunya :

“Dan  sesungguhnya  Kami  TELAH menciptakan manusia dari suatu saripati  (berasal)  dari  tanah.  Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang  disimpan)  dalam  tempat  yang  kokoh  (rahim). Kemudian air mani itu Kami  jadikan  segumpal  darah,  lalu  segumpal  darah itu Kami jadikan segumpal  daging,  dan  segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang  belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk  yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.  ” (QS al-Mukminun : 12-14)

Jadi, ketika surat Maryam ayat 35 berbicara mengenai proses ‘penciptaan’ tanpa syarat, maka ayat yang menjelaskan bagaimana suatu obyek itu tercipta memberikan gambaran kepada kita bahwa sesuatu obyek baru utuh apabila ada faktor proses sebelumnya. Kata “TELAH” memberi arti bahwa sebelumnya ada proses yang mendahului akibat. Ingat teori kausalitas yang saya jelaskan di atas. Kita bisa lihat juga pada ayat lain yang membahas mengenai penciptaan langit dan bumi misalnya. Selain dikatakan bahwa Allah menciptakan langit, juga dijelaskan bahwa sebelum penciptaan ternyata ada proses terlebih dahulu. Jadi, obyek ‘sesuatu’ (let saya ‘ayam’) adalah sesuatu wujud sempurna utuh yang ‘diciptakan’ melalui suatu ‘proses sebelumnya’. Manusia tidak akan bisa mencapai kondisi seperti itu. Maka dari itu hal penciptaan sekejap dari kondisi proses sekejap yang dimiliki Tuhan tidak akan bisa dijangkau manusia dan akal sehat. Kita menyebutnya sebagai ‘keajaiban penciptaan’. Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan ‘ayam’ sekejap melalui proses sebelumnya yang jauh lebih sekejap ? Rasio tidak akan menangkap, hingga menjadi sebuah ‘keajaiban penciptaan’. Tapi, yang jelas adalah bahwa dari contoh ayat dan apa yang saya jelaskan tersebut, ‘AYAM’ sebagai obyek utuh ternyata tercipta SETELAH ADANYA proses sebelumnya. Bisa saja proses sebelumnya itu … ‘telur’ (saya gunakan tanda kutip karena bisa saja bukan). So, i definitely agree bahwa ‘telur’ tercipta lebih dahulu dari ‘ayam’ pada konsep Islam. Apakah proses sebelumnya adalah ‘telur’ ataukah ‘bukan telur’ ? Wallahualam, Hanya Allah yang tahu. Hanya karena ADA proses sebelumnya yang terjadi, maka ‘ayam’ tidak bisa dikatakan ada lebih dahulu. Yang ada lebih dahulu adalah ‘proses’ sebelum ayam yang mungkin saja ‘telur’.

Mungkin pertanyaannya, bagaimana dengan telur yang tidak dibuahi dan tidak sempat menjadi ayam ? Ok, jawabannya ada pada ayat berikut :

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada ***) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS Al-Hajj: 5)

See, jadi memang ada kondisi dimana terjadi kejadian yang ‘sempurna’ dan ‘tidak sempurna’. What for ? Semua itu untuk menjadi pelajaran bagi manusia. Contoh lain, langit diciptakan dengan retakan. What for ? Bukan untuk menunjukkan kekurangan-Nya, tetapi sebagai pelajaran bagi manusia. Contoh lain lagi, lautan yang airnya tidak bercampur. What for ? Yakni sebagai pelajaran bagi manusia. Jadi kondisi ‘telur’ yang tidak menjadi ‘ayam’, adalah hal yang lumrah dalam science dan hal yang juga telah Quran singgung.. Karena meskipun Quran menginformasikan kemampuan Tuhan untuk ‘menciptakan’, akan tetapi dijelaskan juga bahwa ada ‘proses penciptaan’. Artinya, ada ‘sesuatu yang mendahului’ sebelum suatu akibat atau suatu obyek itu terbentuk.

Jika melihat dari faktor science, maka konsepnya adalah … proses. Pertama kali kita harus sepakat bahwa seekor anak ayam tidak mungkin muncul dari ketiadaan. Tidak mungkin ada ayam jika tidak di dahului oleh telur. Sebab telurlah cikal bakal terjadinya ayam. Tanpa telur, mustahil terjadi ayam. Ingat, dalam science konsep ‘keajaiban’ menjadi absurd karena akan berbenturan dengan logic. Jadi, dalam science, Anda harus sepakat bahwa seekor anak ayam tidak mungkin muncul dari ketiadaan. Artinya, setelah ayam pertama kali tercipta oleh-Nya (sesuatu yang un-touchable oleh science), barulah semua proses terfokus pada ‘bagaimana bisa terjadi ayam ?’. Lalu keluarlah konsep ‘telur’. Sebab dari ‘telur’ inilah akan terbentuk obyek ‘ayam’ yang sempurna atau tidak sempurna kejadiannya. Tak ada science yang bisa mengarah ke konsep ‘penciptaan sekejap’ dari ‘proses sekejap’ seperti yang dilakukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, dari faktor science, telur terjadi lebih dahulu dari ayam.

Hanya karena Biologi mengatakan bahwa organisme berasal dari sel tunggal lalu kemudian berkembangbiak hingga menjadi kompleks tidak menjamin bahwa ‘ayam’ adalah yang lebih dahulu. Let say bahwa sesuatu yang ‘hidup’ kita katakan sebagai ‘organisme’, baik yang tunggal maupun yang kompleks. Lalu apakah ‘telur’ juga bukan organisme ? Apakah sesuatu yang ‘hidup’ hanyalah sesuatu yang kompleks seperti manusia ? Apakah pohon tidak hidup ? Apakah embrio manusia tidak ‘hidup’ ? No. Semua ‘hidup’ dengan tingkat ‘kehidupan’ yang telah disesuaikan. ‘Telur’ juga makhluk hidup. Jika tidak hidup, tidak mungkin bisa menjadi ‘ayam’. Saya kutip dari ScienceDaily :

“The process of egg maturation is critical for reproduction,” said Robb Krumlauf, Ph.D., Scientific Director. “Any mistake in this process can lead to infertility or developmental abnormalities. The Li lab’s findings open the door to a better understanding of the molecular basis of cell division during egg maturation in mammalian organisms.”

See, jadi ‘ayam’ memang terbentuk dari ‘suatu proses’ yang bisa kita katakan ‘telur’. So, ‘telur’ ada lebih dahulu dari ‘ayam’.

Tapi kalau ditanya jawaban nyantainya sih antara ayam dan telur itu duluan ayam, sedangkan antara telur dan ayam itu duluan telur…

😀

Tinggalkan komentar

kandungan ROKOK

Bahaya Merokok

Mungkin anda sudah tahu bahwa menghisap asap rokok orang lain di dekat anda lebih berbahaya bagi anda daripada bagi si perokok itu sendiri. Asap Utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu di hembuskan kembali. Asap Sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.

Masalahnya adalah, udara yang mengandung asap rokok, dan anda hisap, akan mengganggu kesehatan, karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya, diantaranya :
* TAR

Mengandung bahan kimia yang beracun, sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.

* KARBON MONOKSIDA (CO)

Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

* NIKOTIN

Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.


kandungan rokok

Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya.

Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit :

* ANGINA

Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.

* ASMA

Mengalami kesulitan bernafas.

* ALERGI

Iritasi akibat asap rokok.

Gejala-gejala gangguan kesehatan :
iritasi mata, sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, batuk dan sesak nafas.

Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif, meyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah. Nikotin rokok menyebabkan denyut jantung janin bertambah cepat, karbon monoksida menyebabkan berkurangya oksigen yang diterima janin.

Anak-anak yang orangtuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada, infeksi telinga, hidung dan tenggorokan. Dan mereka punya kemungkinan dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupan mereka.

Banyak orang tahu bahaya merokok, tapi tidak banyak yang peduli.

Melihat bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan rokok, kiranya diantara kita perlu bahu-membahu berbuat tiga hal utama :

1. Komunikasi dan informasi tentang bahaya merokok, baik bagi si perokok langsung maupun perokok pasif.
2. Menyediakan tempat-tempat khusus bagi orang yang merokok agar yang bukan perokok tidak terkena dampak negatifnya.
3. Jangan merasa segan untuk menegur perokok, jika anda merasa terganggu.

diadaptasi dari : THE SCOTTISH HEALTH EDUCATION GROUP

sumber : http://109high.blogspot.com/2006/08/kandungan-rokok.html

Tinggalkan komentar

tips wawancara

WAWANCARA KERJA
Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
1. Ceritakan tentang diri anda

Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar.

“Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda“, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.

“Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.“

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga – bunga, berapi-api apalagi munafik.

Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
2. Hati-hati pertanyaan jebakan

Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?‘ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.“

Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji. Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.“

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.

Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan, ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.“
3. Semangat dan bahasa tubuh

Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…“, “menurut pendapat saya..“, “saya yakin…“, “saya optimis…“. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

Cara berpakaian yang baik dalam wawancara

Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan – kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

* Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar.
Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
* Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap, ngejreng).
* Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
* Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
* Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ?

Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.

Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.

Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Variasi pertanyaan dalam wawancara

Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :

* Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
* Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
* Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
* Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
* Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
* Siapakah yang membiayai studi anda?
* Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
* Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :

* Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
* Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
* Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
* Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut.
* Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
* Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
* Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :

* Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
* Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
* Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
* Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
* Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :

* Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
* Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
* Apakah yang anda cari dalam bekerja?
* Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
* Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!

Tinggalkan komentar

Tips Menghadapi Tes Potensi Akademik

Sesudah tidak berhasil – rasanya sih; perasaan tidak berdaya itu bener-bener nggak enak ya – menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA) hari Kamis (28/02) lalu, gw beranikan diri untuk menyusun beberapa tips untuk menghadapinya. Paling nggak buat nanti kalo ngadepin tes ini lagi, gw bisa baca sendiri daftar ini.
Soal-soal TPA tidak dirancang untuk dijawab semuanya. Kita ambil soal matematika dasarnya sebagai contoh. 90 soal, 60 menit. Berarti 1 soal 40 detik. Orang jenius macam apa yang bisa ngerjain setiap soal dalam 40 detik? Baca soalnya aja udah 20 detik sendiri. Jadi, strateginya adalah dalam 20 detik membaca soal itu kita sudah tentukan, soal ini gampang atau tidak. Kalo susah, ya tinggal aja, kerjain yang lain. TPA itu soalnya 250 biji, jadi jangan kuatir kehabisan soal.
Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Ini mungkin trik kuno, tapi beneran harus dipraktekkan. Biasanya yang di depan-depan itu lebih susah dan lebih makan waktu, jadi coba mulai dari bagian belakang.
Beli buku-buku TPA ,tapi untuk bisa membayangkan soal TPA yang sesungguhnya, kalikan kesulitannya tiga kali. OTO Bappenas memang nggak kira-kira bikin soalnya.
Untuk menaklukkan soal-soal bahasa Indonesia, sering-sering baca kolom-kolom di koran. You know, those on the editorial pages. Soal-soal bacaan/wacananya kebanyakan diambil dari sana. Kalo nemu kata-kata yang aneh, segera konsultasikan dengan kamus Bahasa Indonesia.
Coba ingat beberapa istilah kunci di bidang statistik. Ini keluar di beberapa nomor pertanyaan Bahasa Indonesia. Misalnya: variansi, simpangan baku, dan semacamnya.
Sisakan waktu untuk “nembak”. Jelas. Lihat butir nomor satu. Nggak ada nilai minus kok.

2 Komentar

tersenyum lagi

Tersenyum Lagi Puisi cinta dari nezza
Melihatmu dari sini..
Membuatku gelisah
Aku selalu menunggumu,
Dibawah rindangnya pohon

Matahari tertawa..
Sinarnya menyilaukanku..
Membuat tenggorokanku kering,
Dan merusak kulitku

Aku tetap setia menunggumu
Hingga kau datang..
Namun kau tak datang juga,
Membuatku pasrah pada diriku

Aku hanya ingin melihat senyummu..
Senyum yang polos bagaikan malaikat
Senyum itulah yang buatku,
Tersenyum lagi..

Tinggalkan komentar