Arsip untuk Juni, 2007

pelajaran hidup

PELAJARAN HIDUP

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan
memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana
cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, memasakkan semua makananmu
dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke
lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil
berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan
meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu
pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di
kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi
kesekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela
tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori
seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk
kursus pianomu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali
tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana
saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa
memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan
teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk
melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai dia keluar
rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk
memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk
kemping mu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya..

Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin
memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi
mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada
kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon
yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop
semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika
kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga
pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu
dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari
pintu gerbang agar kau tidak malu di depan
teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana
saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat
sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu
pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin
seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru
saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke
Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set
furnitur untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa
jeleknya furnitur itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan
tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa
depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu
ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai
penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang
jaraknya lebih dari 500km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa
nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang
jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk
memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang
kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali,
nggak ada waktu.”.

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga
memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif
orang tua yang menumpang tinggal di rumah
anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang.
Dan tiba-tiba kau teringat banyak hal yang belum
pernah kau lakukan untuk dia.

Perasaan bersalah datang menghantam HATI mu bagaikan
palu godam, tanpa akhir.

There is only one pretty child in the world and every
mother has it.
—Chinese Proverb.

*JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH
SAYANGMU HARUS LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN
SELAMA INI.
[ DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG
DAN CINTANYA YANG TULUS
TANPA SYARAT KEPADAMU ]
Semuanya belum terlambat jika kita mau untuk
memperbaikinya.

Semoga bermanfaat.

Iklan

2 Komentar